E-Sharenet

Mari Berbagi Dalam Komputasi

Ada Apa dengan Hari Ini??? (Doodle 22/04/2010)

Pagi hari ini kembali mendapat ide segarrrrr, sesegar air pegunungan, selembut sutra biru di langit…..halahhhhh. Loh, ada apa??? kenapa?? Ini nih, lagi-lagi teman yang sama dengan yang memberi ide tentang Google Newton (04/01/2010) hari ini kembali bersedekah kepada saya dengan mengucurkan ide tentang Doodle Google hari ini. Nah, gimana penampakan status teman saya dan doodle hari ini?? Cekicrot gan

<status ron2>

<doodle>

Wadohhh, tulisan google jadi nggak jelas gitu ya. Tapi coba jangan berpikir apa-apa, jangan terlalu terpaku, jangan terlalu diperhatikan. Harusnya tulisan GOOGLE terlihat sebagai serpihan cahaya terang dibelakang semak belukar itu yang menghijau itu plus ranting-ranting yang cukup membantu pembentukan tulisan di huruf-huruf awal. Nah, apa sih yang diperingati hari ini?? Jika anda penasaran, silakan klik gambar doodle di atas atau anda masuk saja ke google.com kemudian lakukan langkah yang sama, klik gambarnya. Apa yang anda temukan??

Filed under: Ceritaku, Go Green, Netters, News

SPAM = Global Warming Cuy!!

E-mail spam jelas menghabiskan waktu, sumberdaya, dan juga mengurangi produktivitas kita semua. Namun tahukah Anda kalau spam ternyata juga berkontribusi terhadap efek pemanasan global? Studi gabungan antara perusahaan teknologi sekuriti McAfee dan perusahaan riset teknologi ICF International mengungkapkan, 62 triliun spam e-mail yang dikirimkan pada tahun 2008 lalu telah menghasilkan sekitar 33 terawatt jam (TWh) energi per tahunnya. Ini setara dengan listrik yang digunakan di 2,4 juta rumah di AS, dengan emisi gas rumah hijau (GHG – greenhouse gas) yang setara dengan 3,1 juta mobil penumpang yang menghabiskan 2 miliar galon bensin. Menurut ICF, angka-angka itu setara dengan 17 juta ton metrik CO2, yang menyumbangkan 0,2% dari emisi CO2 global.  Studi juga memperkirakan, mayoritas energi yang dikonsumsi dalam kaitan dengan aktivitas spam – sekitar 80% – berasal dari pengguna yang menghapus spam dan mencari e-mail yang sah (false positive). Menurut ICF, e-mail yang sah justru menghasilkan apa yang setara dengan 4 gram CO2, sedangkan pesan spam hanya menghasilkan kira-kira 0,3 gram CO2. Ini sepertinya tidak banyak, toh e-mail yang sah cuma menghasilkan 13x lebih banyak CO2 dibandingkan spam. Namun jika semua spam yang diterima Anda jumlahkan, angkanya menjadi besar.

Satu pesan spam kira-kira setara dengan 0,3 gram CO2, yang setara dengan berkendara (dengan mobil) sejauh satu meter. Namun jika itu dijumlahkan selama satu tahun, jumlahnya setara dengan berkendara mengelilingi bumi 1,6 juta kali.  Celakanya, memerangi spam juga mengkonsumsi energi: “sekitar 5,5 miliar KWh per tahun atau sekitar 16% dari total pemakaian energi spam.” Alternatifnya bahkan lebih buruk lagi. Studi memperkirakan bahwa spam filtering saat ini menghemat sekitar 135TWh energi per tahun, dan jika “setiap inbox diindungi dengan spam filter yang canggih”, sekitar 75% dari energi yang dikonsumsi oleh spam dapat dikurangi – yang setara dengan mengurangi 2,3 juta mobil dari jalanan” Saat perusahaan hosting McColo diputus pertengahan November lalu, jumlah spam merosot 70%, yang menurut ICF setara dengan mengurangi 2,2 juta mobil penumpang dari jalanan. Namun kini volume spam perlahan telah kembali ke tingkatan “normal”. Botnets lama kembali online, dan Botnets baru sedang dibuat. Volume Spam sekarang mencapai 91% tingkat sebelum pemutusan McColo. (Kompas.com)

Nah, kalo ternyata spam itu turut berperan serta dalam menambah Global Warming. Negara manakah yang terbanyak menghasilkan spam ini dan itu juga berarti penghasil Gas Rumah Kaca terbanyak dari spam ini, inilah dia:

Hampir 200 milyar pesan elektronik yang beredar tiap harinya adalah spam alias “pesan sampah”. Jumlah ini setara dengan hampir 90 persen dari email seluruh dunia. Dan Amerika Serikat menjadi negara asal spam terbesar dengan sumbangan 17,2 persen. Demikian laporan hasil evaluasi tahun 2008 Cisco, perusahaan jaringan untuk internet. Sementara, negara lain yang juga menjadi asal spam adalah Turki (9,2 persen), Rusia (8 persen), Kanada (4,7 persen), Brazil (4,1 persen), India (3,5 persen), Polandia (3,4 persen), Korea Selatan (3,3 persen) serta Jerman dan Inggris (masing-masing (2,9 persen).

Buset dah, encik Sam udah berkontribusi paling banyak dari penghasil gas rumah kaca lainnya, sekarang tambah lagi paling berkontribusi dalam hal spam. Ckckckck…..

Filed under: Go Green, News,

28 Maret, MATIIN LAMPU YUK!!

Ayo, para blogger baik hati semua

Setelah selama bertahun-tahun kita ikut serta meracuni udara bumi

Baiklah kita kasi 1 jam aja dari 24 jam waktu yang kita punya

untuk memberi nafas sedikit bagi bumi untuk beristirahat

bersama dengan penduduk di 4.000 kota di 88 negera di dunia

mulai dari Moskwa, Los Angeles, Las Vegas, London, Hongkong,

Sydney, Roma, Manila, Oslo, Cape Town, Warsawa, Lisabon, Singapura,

Istanbul, Mexico City, Toronto, Dubai, dan Kopenhagen

marilah kita mengambil bagian di dalamnya

Jakarta, Sabtu 28 Maret 2009, pukul 20.30 sampai 21.30

Ayolah semua, Matiin lampu bersama-sama

CUMA SATU JAM SAJA

SABTU, 28 MARET 2009

PUKUL 20:30 SAMPAI 21:30

one click

Keterangan lebih lanjut klik ke EARTHOUR.COM

Filed under: Go Green, News

Googling = Global Warming??

Jangan menyangka aktivitas pengguna Internet tidak menyebabkan global warming (pemanasan global). Setiap kali Anda memanfaatkan layanan di Google, tanda sadar Anda telah menyumbang polusi.

Hasil penelitian fisikawan dari Universitas Harvard Alex Wissner-Gross menyimpulkan setiap kalai mesin pencarian Goole bekerja rata-rata menghasilkan 7 gram karbon dioksida. Artinya dua kali pencarian saja sudah menghasilkan 14 gram atau setara dengan karbon sioksida yang dihasilkan saat seseorang merebus seceret air dengan kompor listrik. Emisi karbon ini dihitung dari konsumsi listrik yang dibutuhkan komputer pengguna hingga energi yang dihabiskan data center Google yang beroperasi di seluruh dunia. Penggunaan nergi yang besar berarti emisi nkarbon dioksida yang besar pula mengingat sebagain besar pembangkit listrik yang digunakan saat ini masih berbasis sumber energi fosil.

Namun, temuan tersebut dibantah Google. Dalam blog resminya Google menilai hasil perhitungan tersebut terlalu tinggi. Google tidak memungkiri bahwa layanan menyedot energi namun hanya setara dengan melepaskan 0,2 gram karbon untuk setiap kali pencarian. Google mengklaim setiap kali pencarian rata-rata dibutuhkan 0,2 detik. Akses ke server untuk setiap kali pencarian hanya dalam skala seperseribu detik. Jiak Goole rata-rata membutuhkan energi 0,0003 kWh untuk setiap kali pencarian, maka jumlah karbon yang dikeluarkan setara dengan 0,2 gram setiap kali pengguna melakukan pencarian.

“Kami telah menurunkan begitu banyak penggunaan energi di data center kami, namun kami juga masih menginignkan sumber listrik yang bersih dan murah untuk memasok kebutuhan energi kami,” ujar Google dalam pernyatannya. Pada tahun 2007, Google membentuk Climate Savers Computing Initiative sebagai konsorsium non profit yang berkomitmen menekan penggunaan energi di tingkat konsumen hingga setengahnya mulai tahun 2010 dan menurunkan emisi karbon dioksida 54 juta ton per tahun.

Meski demikian, Wissner-Gross menyatakan layanan seperti Google tetap akan menyedot energi sangat besar. Ia mengatakan untuk meningkatkan kemampuan mesin pencarian, penyedia layanan harus menghabiskan energi lebih besar. Penelitian terakhir yang dilakukan firma analis Gartner menunjukkan layanan IT saat ini menyumbang dua persen emisi karbon diosksida di seluruh dunia.

Sumber: Kompas 13/01/2009

Filed under: Go Green

TRANSLATE THIS BLOG

LINK GAME ONLINE GRATIS

LIHAT TULISAN

PERPUS ARSIP

KATEGORI

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.